Jumat, Juli 12, 2024
spot_img

Amerika & Rusia Mau Bangun Pembangkit Nuklir di Indonesia

JAKARTA | RMN Indonesia

Sejumlah perusahaan asing asal Amerika Serikat dan Rusia melirik Indonesia sebagai tempat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi mengatakan, sejumlah perusahaan asing yang akan berinvestasi dalam pembangunan PLTN adalah PT ThorCon Power Indonesia dan NuScale.

“Setahu kami yang sedang jalan, selain ThorCon, NuScale sudah tanda tangan dengan Indonesia Power, kerja sama studi lagi jalan, NuScale yang Amerika Serikat,” ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, dikuti detikcom, Selasa (24/10/2023).

Kerjasama pembangunan PLTN, lanjut Yudo, datang dari perusahaan asal Rusia, Rosatom.

“Kedua, salah satu juga yang menawarkan tiga-empat minggu lalu di Wina, IAEA General Conference, itu dari Rusia Rosatom kalau mereka sudah lama sekali, bertahun-tahun komunikasi terus,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan NuScale mengembangkan pembangkit nuklir skala kecil small modular reactor (SMR) yang lebih aman dan maju. SMR, kata dia, cocok digunakan untuk wilayah dan pulau-pulau terpencil di Indonesia.

Sementara, Rosatom mengembangkan pembangkit skala besar. Salah satu yang tengah dibangun Rosatom adalah pembangkit nuklir Bangladesh. Yudo juga mengatakan, Rusia juga telah mengembangkan pembangkit skala kecil yang digunakan untuk kapal pemecah es.

“Kalau Rosatom memang dia punya rentangnya cukup besar, ada yang mereka lagi bangun di Bangladesh contoh, cukup besar itu GW skalanya. Terus juga mereka punya yang kecil SMR sekarang yang ada, sekarang itu yang beroperasi dari Rusia, Rosatom dipakai untuk kapal pemecah es, itu tempatnya di utara sana, jauh di utara untuk mecah es,” terangnya.

Dia mengatakan, untuk mengembangkan PLTN perlu hati-hati. Dia juga menerangkan, untuk mengembangkan pembangkit listrik energi baru terbarukan dibutuhkan pembangkit yang menjadi penopang beban listrik dasar (base load).

“Base load ini selain daripada hidro atau geothermal, kita harapkan juga satu saat nanti kita bisa barangkali kita bisa melakukan nuklir yang sekarang studinya paling tidak dengan NuScale udah tanda tangan dengan Indonesia Power,” terangnya. (jr/you)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles