Rabu, Mei 22, 2024
spot_img

Mentan: Ini Namanya “Tanam Culik” di Tuban

JAKARTA | RMN Indonesia

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman panen dan tanam padi di Desa Ngadipuro dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.  Ini dilakukan dalam upaya meningkatkan produksi beras nasional di masa tanam I Oktober 2023-Maret 2024.

“Ini namanya tanam culik. Selesai panen, langsung kita tanam. Ini tujuannya untuk meningkatkan produksi dan menekan importasi,” tutur Amran, dikutip, Kamis (23/11/2023).

Ia melanjutkan gerakan panen dilakukan di lahan 77 hektare dengan hasil produksi rata-rata 7,5 sampai 8 ton/hektare. Sementara itu, gerakan tanam dilakukan di lahan seluas 388 hektare. Dalam kesempatan ini, Amran yang ditemani Gubernur Jawa Timur, Bupati serta petani Tuban menanam padi varietas Inpari 32.

“Yang kita tanam hari ini Insyaallah akan kita panen pada bulan kedua 2024, Februari,” tuturnya.

Amran mengungkapkan, rencananya petani di Kecamatan Widang akan menanam 3.750 hektare di bulan November dan 3.250 hektare di bulan Desember. Sementara itu, Kabupaten Tuban akan menanam padi di 7.000 hektare di bulan November dan 12.000 hektare di bulan Desember.

Ia memberikan apresiasi atas kerjakeras petani di Kabupaten Tuban yang secara konsisten telah membantu meningkatkan stok cadangan beras nasional.

“Nomor 1 penyuplai beras di Indonesia, surplus. Nomor 1 penyuplai jagung di Indonesia. Kita bisa menyuplai pangan Indonesia dari Tuban. Ini pangan harus kita jaga. Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Saya yakin kita bisa tingkatkan produksi dengan kebersamaan kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Kabupaten Tuban telah mencapai IP300 atau tanam dan panen tiga kali setahun. Meskipun di masa kemarau, Kabupaten Tuban tetap dapat panen berkat adanya sungai Bengawan Solo.

“Data y-on-y per september 2022-2023 kita, Jawa Timur surplus 9,23 persen. Prediksi BPS sampai bulan Desember kita tetap tertinggi di antara 10 Provinsi. Produksi Padi di Jawa Timur tertinggi di Indonesia tahun 2020, 2021, 2022, dan 2023 karena sinergitas diantara seluruh tim pertanian,” paparnya. (jr)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles