Sabtu, Juli 13, 2024
spot_img

Kolaborasi TikTok- Tokopedia Dukung Kemajuan Pelaku UKM

JAKARTA | RMNIndonesia

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menuturkan, upaya pemerintah mengatur e-commerce yang diwujudkan melalui kolaborasi antara TikTok dan Tokopedia bertujuan untuk memberikan manfaat, terutama mendukung kemajuan pelaku usaha mikro.

“Mudah-mudahan yang pemerintah lakukan dengan Tokopedia dan TikTok dan lain-lain akan membantu ekosistem (e-commerce) untuk bisa sungguh-sungguh memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan UKM dan industri, bagi kemajuan ekonomi Tanah Air,” ujar Zulhas ketikamembuka acara Beli Lokal 12.12 yang digelar TikTok-Tokopedia di Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Lebih lanjut, Zulhas menyampaikan bahwa pemerintha memberikan masa transisi sekitar 3-4 bulan ke depan atau setidaknya April 2024 kepada TikTok dan Tokopedia, setelah berkolaborasi keduanya menghadirkan kembali TikTok Shop Indonesia.

“Saya jelaskan dulu, ini kolaborasi e-commerce Tokopedia kerja sama dengan TikTok, e-commerce-nya (lewat) Tokopedia, kita lagi berikan masa 3 bulan-4 bulan percobaan karena (sinergi) teknologi tidak mudah,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, termasuk kepada manajemen PT GoTo, Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di bawah pimpinan Direktur Utama GoTo Patrick Walujo untuk terus menyempurnakan sistem dengan kolaborasi ini agar bisa memberikan layanan terbaik bagi pengguna.

“Tentu nanti kita lihat sejauh mana perkembangan agar disempurnakan ya, Pak Patrick. Ya, tentu pada saat nanti kita akan nilai,” katanya.

Zulhas juga menegaskan, pemerintah tidak melarang produk mana pun. Yang ada adalah mengatur tata kelola agar ekosistem e-commerce bisa bermanfaat dan membantu pengembangan ekonomi Tanah Air. Bahkan, dirinya mendorong agar banyak pelaku usaha dalam negeri bisa go international dengan bergabung lewat e-commerce.

Terlebih, bisnis e-commerce mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2018, yakni Rp 6,8 triliun, kemudian melesat hingga Rp 22,7 triliun di 2022.”Tentu 2023 akan meningkat lagi (transaksinya),” tuturnya.

“Ini yang kita atur, kita tata. Jadi kalau TikTok dilarang, bukan dilarang tapi diatur. TikTok tetap ada, sosial media tetap, yang enggak ada itu e-commerce-nya. Nah, ini kita tata agar bisa saling menguntungkan satu dan lain [dengan sinergi Tokopedia].

Di samping itu, manajemen GOTO dan TikTok menegaskan kerja sama strategis melalui investasi langsung TikTok di Tokopedia, e-commerce milik GoTo, akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital, pemberdayaan serta perluasan pasar bagi pelaku UMKM nasional.

Melalui kerjasama ini,  TikTok Shop akan beroperasi di Indonesia melalui PT Tokopedia, di mana TikTok akan menjadi pemegang saham pengendali. TikTok akan menginvestasikan dana lebih dari US$ 1,5 miliar atau setara sekitar Rp 23 triliun (asumsi kurs Rp 15.500/US$). (jr)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles