Rabu, Mei 22, 2024
spot_img

Sandiaga Dorong UMKM Cimahi Naik Kelas

JAKARTA | RMNIndonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong para pelaku UMKM dan komunitas di Kota Cimahi, Jawa Barat, memperkuat kolaborasi sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas produk juga layanan (UMKM Naik Kelas).

Hadir pada acara NETAS (Nemuin Komunitas) di INAKA coffee shop, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (13/12/2023) malam, Menparekraf menjelaskan terdapat 27 komunitas yang hadir di acara tersebut.

“Kami menangkap aspirasi dari para komunitas yang hadir, mulai dari komunitas UMKM, komunitas aksara kuno sunda, hingga komunitas e-sport,” kata Menparekraf Sandiaga.  

Dalam upaya memperkuat kolaborasi dan juga berjejaring, Menparekraf Sandiaga mendorong pelaku UMKM bersama komunitas di Cimahi bersama pemerintah daerah melakukan uji petik PMK3I (Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif) dan menetapkan subsektor ekonomi kreatif unggulan yang akan menopang pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Cimahi.

“Inilah inovasi produk-produk lokal dari kota Cimahi yang diberikan penguatan dan kami mendorong Kota Cimahi mengajukan proses uji petik sehingga bisa ditetapkan sebagai Kota Kreatif, banyak sekali subsektor ekonomi kreatif di sini yang mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja,” ujarnya.

Menpareraf Sandiaga juga mengingatkan pentingnya mengembangkan produk kreatif lokal tidak hanya sebagai sumber ekonomi tapi juga sebagai representasi identitas dan kekayaan budaya.

Sebagai contoh di Kota Cimahi terdapat kisah inspiratif dari warga Kampung Adat Cireundeu yang sejak tahun 1918 telah memelihara tradisi mengonsumsi beras singkong sebagai alternatif beras padi.

Ini bukan hanya menunjukkan ketahanan dan kemandirian pangan, tetapi juga komitmen terhadap kehidupan berkelanjutan.  “Kampung ini, yang berusia hampir 500 tahun, juga mengolah singkong menjadi berbagai makanan seperti keripik, awug, bahkan banyak lagi aneka makanan yang bisa mereka buat. Hal ini membuktikan bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan bersama, memperkuat identitas budaya sambil memberikan kontribusi ekonomi yang tidak kecil,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan itu  Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf, Ni Wayan Giri Adyani; serta Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani. (eng)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles