Selasa, Juli 23, 2024
spot_img

PT Pertamina akan Bangun SPBU Hidrogen

JAKARTA | RMNIndonesia

PT Pertamina membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Hidrogen. Ini menjadi inisiatif sebagai alternatif pengganti energi fosil.  

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengatakan, pembangunan SPBU Hidrogen sejalan rencana transisi energi bersih. Apalagi sumber energi tersebut berasal dari panas bumi dan pembangkit listrik tenaga surya Pertamina.

Pembangunan SPBU hidrogen ini patut diapresiasi karena nantinya bisa menggantikan energi fosil. “Patut diapresiasi. Karena energi hidrogen bisa menjadi salah satu alternatif energy carrier yang bisa dipakai untuk menggantikan energi fosil,” tutur Fabby, dikutip Minggu (21/1).

Ia berharap, upaya Pertamina ini berhasil. Terlebih, pembangunan SPBU hidrogen itu merupakan inisiatif Pertamina dalam menciptakan ekosistem kendaraan hidrogen.

Menurutnya, keberadaan kendaraan berbahan bakar hidrogen bisa menjadi alternatif energi bersih selain baterai EV.

“Saya harap sukses langkah Pertamina ini. Mungkin ini juga bagian dari strategi bisnis mereka. Pertamina masuk ke industri mobil listrik lewat pengembangan ekosistem baterai di Indonesia dan sekarang di kendaraan hidrogen,” katanya.

Fabby berpendapat, pembentukan komunitas hidrogen memang keniscayaan. Selain sebagai upaya transisi energi, juga merupakan bagian dari upaya transformasi bisnis Pertamina.

“Harus dilakukan, memang harus masuk ke sana. Sebab, mereka akan menghadapi berkurangnya BBM fosil sehingga harus melakukan antisipasi di masa datang. Jadi, Pertamina harus mencari opportunity bisnis baru. Sekarang adalah saatnya. Salah satunya, masuk melalui ekosistem kendaraan hydrogen,” katanya.

Dia mengingatkan, dalam upaya pembentukan ekosistem hidrogen, Pertamina tidak bisa berjalan sendiri. Maka, dia mengharapkan Pemerintah bisa mendampingi Pertamina dalam mengembangkan ekosistem tersebut. Pemerintah harus menyiapkan regulasi yang bisa mendorong pengembangan ekosistem kendaraan hidrogen.

“Jangan hanya Pertamina saja. Perlu dukungan dari pemerintah, karena membangun ekosistem tidak bisa sendirian karena semua harus terlibat. Di Kementerian ESDM, misal, kan sudah ada roadmap-nya. Hanya implementasinya saja yang perlu dipikirkan. Misalnya perlu peraturan presiden atau regulasi lain untuk mendorong,” katanya.

Sebelumnya, Pertamina melalui Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) berkolaborasi dengan Toyota untuk mengembangkan ekosistem hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan di Indonesia. Peletakan batu pertama hydrogen refueling station (HRS) dilakukan 17 Januari 2024 di SPBU Daan Mogot.

Pasar SPBH itu sendiri memang sudah ada dan sudah siap. Sebab, dalam kerja sama tersebut, tugas Toyota adalah memproduksi fuel cell electric vehicle Toyota Mirai, yang akan melakukan pengisian hidrogen di SPBH Pertamina. Keberadaan kendaraan berbahan bakar hidrogen tersebut, bisa menjadi alternatif energi bersih selain baterai EV.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pembangunan SPBH merupakan suatu milestone penting dalam mendukung program mencapai target net zero emission (NZE) 2060. “Karena ini real clean energy, tidak ada waste,” jelasnya. (jr)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
21,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles